Mortgage : prime & subprime
Beberapa waktu lalu (sampai sekarang) kita dikagetkan oleh berita merosotnya perekonomian AS akibat krisis subprime mortgage. Mortgage adalah pembiayaan (kredit) properti-umumnya perumahan (di Indonesia seperti KPR atau KPA), terbagi menjadi prime mortgage dan subprime mortgage.
Prime mortgage adalah pembiayaan (kredit) yang disalurkan dengan memperhatikan asas kehati-hatian yang ketat, dengan memperhatikan aspek track record, kapasitas, karakter, dsb dari calon debitur, artinya potensi kerugiannya amat rendah sehingga bunganya juga rendah.
Sedangkan subprime mortgage kurang memperhatikan asas kehati-hatian, potensi kerugiannya tinggi sehingga bunganya juga tinggi (mungkin kalo di kita seperti praktek leasing motor). Orang2 yang gagal mendapat prime mortgage banyak yang terserap di sini, jadi bisa dibayangkan bagaimana resikonya memberi kredit kepada orang yang gak jelas karakter, track record, dsb-nya dengan bunga tinggi.
Selanjutnya subprime mortgage ini umumnya dijual oleh para Lender kepada institusi2 keuangan (untuk sharing risk). Institusi2 keuangan ini kemudian membuat produk derivatif dari subprime mortgage, mengkemasnya dalam bentuk portfolio investasi biasaya berupa Mortgage Back Security (MBC) dan kemudian Collateralized Debt Obligations (CDOs) lalu menjualnya ke investor2 di seluruh dunia.
Seperti diketahui beberapa tahun terakhir suku bunga the Fed terus naik yang berimbas pada naiknya suku bunga kredit. Akibatnya bisa ditebak, rasio bad debt subprime mortgage meningkat tajam. Masalahnya adalah total exposure subprime mortgage dan produk2 derivatifnya sangat besar, mencapai sekitar USD 2 trilyun dan tersebar di seluruh dunia, sehingga krisis ini berimbas dan menjalar kemana-mana.
Dari jurnal ‘The Outlook’ nya Standard and Poor’s diketahui beberapa institusi keuangan dunia mengalami kerugian besar akibat krisis subprime mortgage ini, diantaranya UBS AG (rugi USD 18.1 Milyar), Mitsubishi UFJ-Mizuho Financial-Sumitomo Mitsui Financial (rugi USD 4.7 Milyar), ANZ Bank Group (rugi USD 200 juta), dan masih banyak lagi yang lainnya. Kerugian diperkirakan masih akan terus bertambah.
DIarsipkan di bawah: Ekonomi
[...] Read the rest of this great post here [...]